Gempa Lombok, BMKG Minta Masyarakat Tetap Tenang


Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati minta masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap ancaman gempa susulan walaupun dengan intensitas dan magnitude yang kecil. Seperti diketahui, gempa bumi tektonik mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa, pada Minggu (29/7/2018) pagi dengan kekuatan 6,4 SR. 


Episenter terletak pada kordinat 8,26 LS dan 116,55 BT, tepatnya ada di darat dengan jarak 28 kilometer arah barat laut Lombok Timur, NTB pada kedalaman hiposenter 24 kilometer disebabkan Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hingga pukul 20.00 WIB tercatat sebanyak 184 gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M=5,7 dan terkecil M=2,1. "Melihat frekuensi dan besarnya magnitudo, ada kecenderungan bahwa gempa susulan kekuatannya terus mengecil. 

Sangat kecil terjadi gempa dengan kekuatan yang lebih besar dari gempa utamanya," ungkap Dwikorita, Minggu (29/7/2018). Dwikorita mengimbau kepada masyarakat agar tidak menempati bangunan yang kondisinya sudah rusak akibat gempa utama. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari daerah tebing curam karena berpotensi longsor jika terjadi hujan dan gempa susulan. "Carilah tanah lapang sebagai tempat berlindung sementara," tuturnya. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta informasi resmi dari BMKG. 


Sebagai antisipasi munculnya pemberitaan simpang siur, masyarakat diminta mengakses informasi BMKG lewat website www.bmkg.go.id, atau mengunduh aplikasi Info BMKG di playstore. Guncangan gempa dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI). Sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI.

Posting Komentar

0 Komentar